Featured Image
tulungagung

Sosialisasi RKAS-BOSP 2026: Menyemai Harapan Pendidikan Tulungagung

Wartawan Admin
Editor Kusmawan
Senin, 27 Juli 2026 | 09:27 WIB

SPJ News.id | Tulungagung __ Bertempat di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung pada Senin (27/7/2026) menjadi saksi sebuah ikhtiar bersama: Sosialisasi dan Penyusunan Rancangan Kegiatan dan Anggaran Sekolah Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (RKAS-BOSP) Tahun Anggaran 2026. 

Kegiatan yang digelar Bidang Pendidikan Dasar ini diikuti 90 peserta, terdiri atas kepala sekolah dan bendahara dari jenjang SD serta PAUD. Landasan Perencanaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, melalui Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung oleh Dwi Teguh Prasetya, S.STP., M.M, "menegaskan bahwa penyusunan RKAS harus berpijak pada komponen penggunaan dana BOSP dan tidak boleh menyimpang dari ketentuan pengelolaan dana Tahun Anggaran 2026.

 Ia menekankan pentingnya keterpaduan dengan dokumen perencanaan seperti Rapor Pendidikan, RKJM, RKT, serta RKAS itu sendiri.Integrasi Sistem PerencanaanTahun 2026 menjadi tonggak baru: satuan pendidikan SD dan PAUD mulai menyusun RKAS melalui SPID yang dikembangkan Kementerian Dalam Negeri. Dengan demikian, perencanaan dan pelaporan penggunaan dana BOSP akan terintegrasi dalam SIPD, memperkuat transparansi dan akuntabilitas.

Tujuan dan Monitoring, Fajar menegaskan, tujuan utama penyaluran dana BOSP adalah meningkatkan mutu pendidikan melalui pemenuhan kebutuhan operasional sekolah. Untuk itu, Dinas Pendidikan akan melakukan monitoring secara berkala ke PAUD, SD, hingga SMP, memastikan penggunaan dana tepat sasaran. “Kami akan turun langsung ke sekolah-sekolah agar dana BOSP benar-benar sesuai peruntukannya,” tegasnya.


Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari BBPMP Jawa Timur, Rano Yuwitoro. BBPMP sebagai unit pelaksana teknis di bawah Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen berperan penting dalam penjaminan mutu pendidikan, sehingga sosialisasi ini tidak hanya administratif, tetapi juga substantif.

Menekankan bahwa pendidikan adalah jalan panjang menuju peradaban. Sosialisasi RKAS-BOSP 2026 di Tulungagung bukan sekadar teknis penyusunan anggaran, melainkan ikhtiar kolektif untuk meneguhkan komitmen: menjadikan sekolah sebagai taman subur bagi tumbuhnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.

( Mualimin/ SPJ News.id )

Dapatkan Update Berita Terkini!

Mari bergabung di Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya langsung di genggaman Anda.

Gabung Saluran WA

Komentar Pembaca

Tautan Berhasil Disalin!