Tulungagung | SPJNEWS - Di tengah cerahnya pagi, ketika sinar matahari menyinari halaman Kantor Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, sebuah kegiatan sederhana namun sarat makna digelar. Gerakan Pangan Murah hadir bukan sekadar sebagai aktivitas jual beli kebutuhan pokok, melainkan sebagai ikhtiar nyata untuk menjaga keterjangkauan pangan sekaligus memperkuat semangat keadilan sosial bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (20/8/2026) tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Camat Rejotangan, Didi Jarot, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah telah direncanakan sebagai salah satu program untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Gerakan pangan murah ini sudah kita rencanakan di tahun 2026. Dalam satu tahun kita selenggarakan lima kali, dimulai Februari, Mei, dan Agustus bertepatan dengan HUT RI ke-81. Tujuan utama adalah menjaga stabilitas harga pangan dalam kebutuhan masyarakat sehari-hari, agar akses pangan murah dan berkualitas tetap terjaga. Tidak hanya itu, kami juga adakan pemeriksaan gratis, senam massal, serta hiburan elektone untuk memeriahkan suasana kemerdekaan,” tuturnya.
Menurut Didi, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan pangan dengan harga terjangkau. Pemeriksaan kesehatan gratis, senam massal, serta hiburan elektone turut dihadirkan untuk memberikan manfaat sekaligus menciptakan suasana kebersamaan di tengah masyarakat.
Gerakan pangan murah bukan semata-mata tentang beras, minyak goreng, gula, maupun kebutuhan pokok lainnya. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap daya beli masyarakat sekaligus upaya memastikan kebutuhan dasar tetap dapat dijangkau.
Pangan merupakan bagian mendasar dari kehidupan. Ketika harga kebutuhan pokok dapat dijangkau masyarakat, maka program semacam ini memiliki arti penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga.
Keadilan sosial pun tidak berhenti sebagai sebuah slogan, tetapi perlu diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari. Dalam konteks tersebut, Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Rejotangan menjadi salah satu bentuk nyata upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Suasana kegiatan semakin semarak ketika senam massal digelar dan alunan musik elektone menghibur masyarakat. Kemeriahan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan solidaritas warga.
Kemerdekaan tidak hanya diperingati melalui upacara dan seremoni. Semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk kebutuhan pangan dan kesehatan.
Melalui kegiatan tersebut, Kecamatan Rejotangan menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Gerakan Pangan Murah menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga memiliki makna ketika masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pokok secara layak, memperoleh akses kesehatan, serta menikmati kebersamaan dalam suasana penuh semangat.
Pada akhirnya, Gerakan Pangan Murah bukan sekadar kegiatan ekonomi. Ia merupakan ikhtiar untuk menghadirkan kesejahteraan melalui langkah sederhana yang menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Sebuah harapan agar masyarakat tidak hanya mampu bertahan hidup, tetapi juga dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak dan bermartabat. ***