SPJNews.id | Tulungagung - Dalam suasana penuh khidmat, Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, menjadi saksi atas terselenggaranya Haul Eyang Agung Hadi Ningrat Cokro Ningrat, yang dikenal masyarakat sebagai Mbah Sunan Glondong, tokoh cikal bakal sekaligus pembabat alas desa ini. (Selasa 07/07/2026)
Acara haul bukan sekadar peringatan, melainkan sebuah ikhtiar spiritual untuk menautkan kembali tali sejarah dengan akar budaya dan iman yang telah diwariskan.
Jama’ah dari berbagai penjuru hadir: dari Bukur sendiri, Blitar, Trenggalek, hingga Kediri. Kehadiran mereka mencerminkan betapa kuatnya ikatan batin antara generasi kini dengan sosok leluhur yang telah menanamkan nilai-nilai kebajikan. Acara dipimpin oleh Mbah Yai Iman dari Blitar, dengan pendampingan Kang Sopingi, sehingga seluruh rangkaian berjalan lancar, tertib, dan penuh makna.
Tak ketinggalan, kepala desa beserta perangkat desa turut hadir, menegaskan bahwa haul ini bukan hanya peristiwa keagamaan, tetapi juga momentum kebersamaan sosial.
peristiwa semacam ini adalah “jalan pulang” menuju kesadaran bahwa agama dan budaya lokal bersatu dalam harmoni, menjadi fondasi moral bagi masyarakat.
Makna Spiritual Haul, Haul bukanlah nostalgia belaka, melainkan pengingat akan kesinambungan hidup, tradisi keagamaan adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan. Dengan mengenang Mbah Sunan Glondong, masyarakat Bukur diajak untuk meneguhkan kembali nilai tauhid, keikhlasan, dan kebersamaan.
Haul ini menjadi ruang di mana spiritualitas tidak berhenti pada doa, tetapi menjelma menjadi energi sosial: memperkuat solidaritas, memperdalam rasa syukur, dan menumbuhkan kesadaran bahwa hidup adalah amanah yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.
" Acara haul Eyang Agung Hadi Ningrat Cokro Ningrat adalah cermin kebudayaan religius masyarakat Jawa yang memadukan tradisi, sejarah, dan spiritualitas. Ia mengingatkan kita bahwa menghormati leluhur bukanlah bentuk kultus, melainkan cara untuk meneguhkan identitas, memperkuat iman, dan menjaga harmoni sosial. “Agama adalah sumber inspirasi yang tak pernah kering.” Maka haul ini adalah mata air yang terus mengalir, menyejukkan hati, dan menuntun langkah masyarakat Bukur menuju masa depan yang penuh berkah, ( mualimin/ SPJ News.id )