GMNI Jombang Demo DPRD, Tuntut Evaluasi MBG hingga Indeks Demokrasi
JOMBANG | SPJNews.id – Puluhan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Jombang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Kamis (16/4/2026).
Dalam aksinya, massa menyuarakan empat tuntutan utama, yakni evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sekolah Rakyat, serta sorotan terhadap penurunan Indeks Demokrasi.
Koordinator lapangan, Lintang dan Agus, secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka menilai sejumlah program pemerintah tersebut belum berjalan optimal di lapangan, terutama dari sisi implementasi.
“Program MBG ini baik secara konsep, namun pelaksanaannya masih banyak kekurangan, mulai distribusi, kualitas makanan hingga ketepatan sasaran. Kami minta evaluasi total,” tegasnya.
Aksi yang berlangsung di bawah terik matahari itu kemudian direspons Sekretaris DPRD Jombang, Danang Praptoko, dengan mengajak massa masuk ke ruang paripurna untuk berdialog langsung dengan pimpinan dewan.
Dialog dipimpin Wakil Ketua I DPRD Jombang Donny Anggun, didampingi Wakil Ketua II Octa Della Bilytha Permatasari dan Wakil Ketua III Muhammad Syarif Hidayatullah (Gus Sentot).
Dalam forum tersebut, GMNI menyampaikan berbagai temuan di lapangan, termasuk lemahnya dukungan regulasi serta penggunaan fasilitas yang dinilai belum layak dalam pelaksanaan program.
“Kami melihat ada inisiatif masyarakat yang belum didukung regulasi jelas, sehingga pelaksanaan di lapangan tidak maksimal,” ujar Agus.
GMNI juga mendorong DPRD melakukan pengawasan berbasis data, khususnya di sektor pendidikan, dengan meminta keterbukaan data jumlah siswa sejak 2020.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Donny menyatakan pihaknya menerima seluruh aspirasi mahasiswa dan berkomitmen menindaklanjutinya melalui koordinasi dengan OPD terkait.
“Aspirasi ini menjadi bahan evaluasi bersama agar program berjalan lebih baik dan tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Octa Della menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan agar program tidak hanya berjalan administratif, tetapi benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Dialog berlangsung kondusif dan turut dihadiri Wakapolres Jombang Kompol Syarlis serta Kepala Bakesbangpol Budi Winarno. Usai penyampaian aspirasi, massa GMNI membubarkan diri dengan tertib. (Ratno)