Pemerintah

Bupati Takalar Terus Jajaki Investasi di China Selatan, Di Tengah Ketegangan Global

Bupati Takalar Terus Jajaki Investasi di China Selatan, Di Tengah Ketegangan Global
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye (Kemeja Putih)

GUANGZHOU CINA SELATAN : SPJNews.id – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, serta dampak krisis global akibat penutupan Selat Hormuz, Pemerintah Kabupaten Takalar justru mengambil langkah ekspansif dengan membuka peluang kerja sama internasional. Jum'at (17/04/2026)

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, melanjutkan agenda kunjungan luar negerinya dengan bertemu Konsul Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou, Ben Perkasa, untuk membahas potensi kerja sama antara Kabupaten Takalar dan wilayah Tiongkok Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Ben Perkasa menyampaikan apresiasinya atas kunjungan yang dilakukan Bupati Takalar bersama delegasi. Ia menilai, langkah ini menjadi sinyal positif dalam membangun konektivitas ekonomi daerah dengan mitra internasional.

“Saya mendapat kehormatan untuk bertemu dengan Bupati Takalar, Pak Firdaus Daeng Manye. Kami membicarakan potensi hubungan antara Tiongkok Selatan, termasuk Provinsi Guangdong, dengan Kabupaten Takalar di Sulawesi Selatan,” ujarnya.


Menurut Ben, sejumlah peluang kerja sama telah dibahas, mulai dari sektor bisnis dan investasi hingga kemungkinan pembentukan kerja sama sister city antara daerah di Provinsi Guangdong dengan Kabupaten Takalar.

“Sudah banyak kita diskusikan beberapa proyeksi kerja sama, termasuk kemungkinan sistem sister city. Ini akan ditindaklanjuti bersama tim KJRI, khususnya pada fungsi ekonomi,” katanya.


Ia berharap berbagai rencana tersebut tidak berhenti di tahap wacana, melainkan segera direalisasikan dalam bentuk kerja sama konkret.

Sementara itu, Bupati Firdaus Daeng Manye menyampaikan apresiasi atas sambutan dari pihak KJRI Guangzhou. Ia menilai pertemuan tersebut membuka ruang baru bagi pengembangan potensi daerah.

“Saya bersyukur dan berterima kasih atas sambutan luar biasa dari Pak Konjen dan tim. Banyak hal yang telah dibicarakan terkait bagaimana potensi Takalar dapat dikembangkan dari wilayah China Selatan,” ujarnya.


Menurutnya, peluang kerja sama, termasuk skema sister city, akan memperluas akses investasi dan mempercepat pembangunan daerah.

“Diharapkan ke depan ada hubungan yang lebih terkoordinasi dengan salah satu daerah di Provinsi Guangdong, sehingga membuka peluang lebih besar bagi investasi di Takalar,” kata dia.


Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Bupati Takalar bersama Liaison Officer (LO) Jenny Widjaya juga meninjau salah satu pusat pameran terbesar di Guangzhou, yang menjadi ajang pertemuan investor dari berbagai negara.

Firdaus menyebutkan, pameran tersebut menghadirkan beragam sektor strategis, mulai dari robotik, kecerdasan buatan (AI), teknologi pertanian, perikanan, hingga kesehatan.

“Ini adalah salah satu pameran terbesar yang dilaksanakan pemerintah China, diikuti oleh investor dari berbagai negara dengan berbagai sektor unggulan,” ujarnya.


Ia juga mengungkapkan rencana untuk mempresentasikan potensi Kabupaten Takalar di hadapan pemerintah Provinsi Guangdong dan para pelaku investasi.

“Insya Allah, saya diundang untuk memaparkan potensi Takalar sekaligus mengundang investor untuk berinvestasi di daerah kami,” tuturnya.


Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam membuka akses kerja sama internasional, sekaligus menarik minat investor asing untuk mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Takalar, di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. 

(Rs-103)