Featured Image
gresik

Ujian Perangkat Desa Punduttrate di UMG Disorot, Warga Pertanyakan Transparansi Pelaksanaan

Wartawan Suwandi
Editor Kusmawan
Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:27 WIB

GRESIK | SPJNEWS.id — Pelaksanaan Ujian Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Punduttrate, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, yang digelar di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) pada Selasa, 11 Agustus 2026, kini menjadi sorotan. Sejumlah kabar dan dugaan terkait proses ujian untuk jabatan Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum (Kaur TU dan Umum) mencuat di kalangan warga dan peserta.

Berdasarkan Berita Acara Hasil Ujian Penyaringan yang ditandatangani oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Punduttrate, ujian dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB di kampus Universitas Muhammadiyah Gresik.

Sebanyak delapan peserta mengikuti ujian tersebut. Berdasarkan hasil yang tercantum dalam berita acara, Muhamad Farid, S.E. menempati peringkat pertama dengan nilai 78. Posisi kedua ditempati Umu Sa’diyah dengan nilai 77, sementara Hanif Azhar berada di peringkat ketiga dengan nilai 60.

Namun, di tengah hasil tersebut, sejumlah opini dan dugaan berkembang di kalangan warga Desa Punduttrate. Mereka mempertanyakan pelaksanaan ujian yang digelar di kampus Universitas Muhammadiyah Gresik serta meminta adanya transparansi terkait mekanisme dan pengawasan selama ujian berlangsung.

Sejumlah warga menduga adanya kemungkinan ketidakberesan dalam pelaksanaan ujian. Mereka berharap Tim Penjaringan dan Penyaringan dapat melakukan evaluasi, termasuk mempertimbangkan ujian ulang apabila nantinya ditemukan bukti adanya pelanggaran atau kecurangan.

“Pelaksanaan ujian melalui lembaga independen patut kita apresiasi. Namun, jika benar ditemukan kecurangan dalam pengerjaan soal dan ada peserta yang menggunakan cara-cara yang tidak semestinya untuk memperoleh nilai tinggi, tentu hal tersebut harus ditindaklanjuti secara transparan,” ungkap salah seorang warga.

Seorang peserta yang juga mengikuti ujian mengaku melihat adanya perilaku salah satu peserta yang menurut pengamatannya tidak mengerjakan soal secara optimal. Ia kemudian mempertanyakan hasil nilai yang diperoleh peserta tersebut.

“Tidak habis pikir, Pak. Dia bisa mendapatkan nilai terbaik. Saya sempat melihat dia tidak mengerjakan soal, kok bisa unggul,” ujarnya.

Peserta lain, Ucok, menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mengklaim paling pintar atau memastikan akan memperoleh nilai tinggi. Namun, ia berharap seluruh peserta mengikuti proses ujian secara jujur dan mengandalkan kemampuan masing-masing.


“Maaf sebelumnya, bukan saya sok pintar atau merasa pasti mendapat nilai bagus. Tetapi setidaknya saya mengerjakan soal dengan hasil pemikiran dan kemampuan saya sendiri. Bukan dari bocoran soal atau menggunakan cara yang tidak semestinya,” ungkap Ucok.

Di sisi lain, dugaan tersebut masih sebatas pernyataan dan opini dari sejumlah warga maupun peserta. Belum terdapat kepastian mengenai benar atau tidaknya dugaan kecurangan dalam pelaksanaan ujian tersebut.

Karena itu, warga berharap Universitas Muhammadiyah Gresik sebagai lembaga yang dipercaya melaksanakan ujian dapat memberikan penjelasan apabila diperlukan. Salah satu hal yang dinilai dapat menjadi bahan klarifikasi adalah rekaman kamera pengawas (CCTV), apabila tersedia dan dapat ditinjau sesuai ketentuan yang berlaku.

Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan peserta maupun masyarakat terhadap proses penjaringan perangkat desa. Jika terdapat laporan mengenai dugaan pelanggaran, masyarakat berharap pihak terkait dapat melakukan pemeriksaan berdasarkan bukti dan fakta yang ada.

Menanggapi berkembangnya informasi tersebut, awak media SPJNEWS.ID akan melakukan penelusuran dan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait, termasuk Tim Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Punduttrate serta Universitas Muhammadiyah Gresik.

Penelusuran tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi yang berimbang mengenai mekanisme pelaksanaan ujian, sistem pengawasan, serta ada atau tidaknya pelanggaran dalam proses Ujian Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Punduttrate.

Hingga berita ini disusun, dugaan kecurangan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih memerlukan klarifikasi serta pembuktian dari pihak-pihak terkait. ***

Dapatkan Update Berita Terkini!

Mari bergabung di Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya langsung di genggaman Anda.

Gabung Saluran WA

Komentar Pembaca

Tautan Berhasil Disalin!