tulungagung

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tulungagung: Meneguhkan Sinergi untuk Pemerintahan yang Bermakna

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tulungagung: Meneguhkan Sinergi untuk Pemerintahan yang Bermakna
Ahmad Baharuddin PLT Bupati Tulungagung

Tulungagung __ Di ruang Graha Wicaksana lantai II Gedung DPRD Tulungagung, Senin (4/5/2026), berlangsung sebuah peristiwa yang bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan momentum reflektif bagi perjalanan pemerintahan daerah. Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tulungagung dengan agenda penyampaian rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tulungagung Akhir Tahun Anggaran 2025 menjadi panggung bagi lahirnya dialektika antara eksekutif dan legislatif, sebuah wujud nyata dari prinsip check and balances yang meneguhkan demokrasi lokal.  


Rapat dipimpin Ketua DPRD Marsono, didampingi para Wakil Ketua, serta dihadiri seluruh anggota dewan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Plt. Bupati Ahmad Baharudin, dengan penuh kesadaran akan makna pertanggungjawaban, menegaskan bahwa rekomendasi DPRD bukanlah sekadar catatan administratif, melainkan bagian dari mekanisme pengawasan yang memberi arah bagi perbaikan tata kelola pemerintahan.  

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin mengurai capaian yang telah diraih sepanjang tahun 2025: penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Utama, peringkat ke-7 nasional dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, predikat “Kabupaten Sangat Inovatif” dalam IGA 2025, hingga prestasi RSUD dr. Iskak yang meraih Golden Trophy Top Digital Award. Semua itu, menurutnya, adalah buah dari kerja bersama, sinergi antara pemerintah dan DPRD, serta dukungan masyarakat Tulungagung.  

Namun, lebih dari sekadar deretan penghargaan, rapat ini menegaskan bahwa pemerintahan adalah amanah. Rekomendasi DPRD dipandang sebagai pencermatan yang konstruktif, sebuah ikhtiar untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada angka dan peringkat, tetapi juga pada makna: kesejahteraan rakyat, pelayanan publik yang berkualitas, dan tegaknya nilai-nilai keadilan.  

Ahmad Baharudin menutup sambutannya dengan ajakan penuh makna: menjaga sinergi, memperkuat kebersamaan, dan meneguhkan komitmen untuk membangun Tulungagung yang lebih maju, berkelanjutan, dan berakhlak mulia. Demokrasi dan pembangunan sejati adalah jalan menuju masyarakat yang beradab, di mana kekuasaan dijalankan bukan untuk diri sendiri, melainkan demi kemaslahatan bersama.  ( Mualimin/ SPJ News.id )