Pemkab Jombang Validasi Siswa Sekolah Rakyat 2026
JOMBANG | SPJNews.id – Pemerintah Kabupaten Jombang melakukan validasi lapangan terhadap calon peserta didik Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 guna memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran bagi keluarga kurang mampu.
Kegiatan yang berlangsung Senin (8/6/2026) tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, SH., M.Si., bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jombang Mouna Sri Wahyuni, S.Si., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang Wor Windari, M.Si., serta Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang Agung Hariadi, ST., MM.
Validasi juga melibatkan camat, perangkat desa, dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mencocokkan data kemiskinan dengan kondisi riil calon siswa di lapangan.
Agus Purnomo menjelaskan Kabupaten Jombang memperoleh kuota 270 siswa untuk Program Sekolah Rakyat yang dibagi pada tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA.
“Data sementara yang masuk sebanyak 208 calon siswa SMA, 203 calon siswa SMP, dan 66 calon siswa SD,” ujarnya.
Menurut Agus, validasi dilakukan atas arahan langsung Bupati Jombang untuk memastikan seluruh penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan.
“Kita cocokkan data DTSEN dengan kondisi nyata di lapangan. Harapannya Program Sekolah Rakyat dapat membantu memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos Jombang Agung Hariadi menjelaskan penerimaan siswa Sekolah Rakyat tahun ini menggunakan sistem multi entry dan multi exit sesuai petunjuk Kementerian Sosial.
Program tersebut memprioritaskan anak terlantar, anak putus sekolah, anak yang tidak bersekolah, serta keluarga miskin kategori desil 1 dan desil 2. Bagi keluarga yang layak namun belum masuk dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), akan dilakukan verifikasi ulang di lapangan.
Tim validasi melakukan peninjauan di sejumlah wilayah Kecamatan Diwek, di antaranya Desa Brangkal, Desa Brodot, dan Desa Pandanwangi.
Kehadiran tim disambut positif oleh warga. Sejumlah orang tua berharap Program Sekolah Rakyat menjadi jalan bagi anak-anak mereka untuk kembali mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Pemkab Jombang optimistis Program Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan gratis, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan melalui sektor pendidikan. (Ratno)