Masjid Didorong Miliki Amal Usaha Mandiri, Tak Lagi Andalkan Kotak Amal
BANDUNG | SPJNews.id – Upaya mewujudkan kemandirian ekonomi masjid terus digelorakan. Yayasan Khadamul Masjid Indonesia (KMI) menggelar “Sharing dan inspirasi pemberdayaan ekonomi masjid” di Masjid Baiturrahman Taman Kopo Indah, Kabupaten Bandung, Sabtu (10/5) pagi.
Forum ini membahas strategi agar masjid tidak hanya bergantung pada donasi jamaah, zakat, infaq, dan shodaqoh.
Acara yang berlangsung sejak ba’da Subuh hingga pagi tersebut dihadiri jamaah, takmir, dan perwakilan DKM dari beberapa masjid di Bandung.
Suasana berlangsung santai sambil menikmati sarapan pagi dan kopi bersama.
Pemateri kang Irwan dari Khadamul Masjid Indonesia, menegaskan pentingnya masjid memiliki amal usaha. “Ketergantungan masjid pada kencleng dan donasi tradisional harus dikurangi. Ke depannya, sumber-sumber pendanaan baru inilah yang akan memperkuat masjid dan mewujudkan peradaban Islami berbasiskan masjid,” ujarnya.
Dalam kajian tersebut, KMI memperkenalkan dua model pendapatan alternatif. Pertama, menggerakkan penjualan produk melalui sistem affiliate halal yang bisa dikelola masjid bersama jamaah. Kedua, budidaya sereh wangi sebagai amal usaha masjid. Kedua sumber ini diharapkan menjadi peluang bagi masjid untuk mandiri dan benar-benar mewujud menjadi rahmatan lil ‘alamin bagi masyarakat sekitar.
Gagasan tersebut disambut antusias para pengurus masjid.
Ketua DKM Baiturrahman Taman Kopo Indah, Ustadz Syahrul Djamal menyatakan kesiapannya mewujudkan pergerakan ekonomi umat. “Masjid kami siap mengadopsi program ini,” tegasnya, kesiapan ini langsung diwujudkan dengan mengagendakan kunjungan langsung ke lapangan.
Dukungan serupa datang dari kang Fatah, DKM Masjid Al Barkah Gegerkalong. Ia menyatakan minat untuk membersamai program yang digagas KMI agar mendapatkan sumber dana berkelanjutan.
Sementara itu, Pak Asep dari DKM Daarul Muhajir menilai forum ini sangat mencerahkan. “Kami berharap Khadamul Masjid Indonesia terus bergerak menyebarluaskan informasi dan inspirasi bagi pergerakan ke masjidan di Indonesia,” katanya.
KMI sendiri merupakan wadah yang lahir 4 tahun lalu dari event nasional penggiat masjid di Bandung. Yayasan ini berfokus pada edukasi, silaturahmi, dan kolaborasi untuk mempercepat masjid menjadi pusat peradaban islami.
Para peserta berharap event serupa terus digiatkan dan menyebar ke seluruh pelosok negeri. Tujuannya satu: menjadikan masjid rahmatan Lil alamin (irwan)