tulungagung

Keluhan Masyarakat Trenggalek: Ironi Pelayanan RSUD dr. Soedomo

Keluhan Masyarakat Trenggalek: Ironi Pelayanan RSUD dr. Soedomo

spjnews.id | Jatim __ Ada sebuah kisah getir dari Trenggalek, yang seakan menampar nurani kita bersama. MG, seorang warga berusia 58 tahun, mengisahkan pengalaman pahit ketika berobat di RSUD dr. Soedomo, Trenggalek, Jawa Timur. Tiga hari tiga malam, pasien hanya menunggu hasil pemeriksaan USG. Namun, alih-alih mendapat tindakan medis, yang datang hanyalah kata-kata dingin: “tidak ada harapan.” Dokter hanya “mengongak” tanpa pemeriksaan mendalam, tanpa langkah nyata. Rujukan ke rumah sakit lain pun tak diberikan.  

( Sabtu 04 April 2026 ) 


Ironi ini semakin terasa ketika keluarga akhirnya berinisiatif sendiri membawa pasien ke RSUD dr. Iskak Tulungagung. Di sana, pasien langsung ditangani, cairan diambil, dan hasilnya nyata: kondisi membaik, bisa duduk, bahkan mulai berjalan. Perubahan yang kontras dengan hari-hari penuh penantian di RSUD dr. Soedomo.  


Kisah MG bukanlah satu-satunya. Banyak warga Trenggalek mengeluhkan pelayanan yang serba lamban, minim komunikasi, dan terkesan menutup pintu harapan. Padahal, rumah sakit seharusnya menjadi tempat di mana nyawa manusia dihargai, bukan sekadar angka statistik.  


kritik ini bukan sekadar keluhan, melainkan panggilan moral. Rumah sakit adalah institusi publik, bagian dari amanah kemanusiaan. Jika tenaga medis merasa tidak sanggup, seharusnya ada kejujuran untuk merujuk pasien ke tempat yang lebih mampu. Menutup akses rujukan sama saja dengan menutup pintu hidup.  


Trenggalek membutuhkan rumah sakit yang berbenah, yang berani bercermin, sebagaimana RSUD dr. Iskak Tulungagung yang menjadi teladan. Media dan masyarakat harus terus bersuara, bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk mengingatkan: pelayanan kesehatan adalah hak dasar, bukan kemurahan hati.  


MG menutup kisahnya dengan syukur, “Alhamdulillah, setelah dirawat di Iskak, bapak saya banyak perubahan.” Namun di balik syukur itu, tersisa pertanyaan besar: sampai kapan RSUD dr. Soedomo membiarkan warganya menunggu dalam ketidakpastian? 

Sampai berita ini di turunkan pihak RSUD Soetomo Trenggalek belum bisa dikonfirmasi secara resmi.

( Mualimin/ SPJ News.id )