Bandung

Kajian Balad'88 Bandung, Ustadz Yukie Ajak Jamaah Maknai Hijrah

Kajian Balad'88 Bandung, Ustadz Yukie Ajak Jamaah Maknai Hijrah
Ustadz Yukie, vokalis Pas Band sebagai Penceramah

Bandung | SPJNews.id – Ratusan jamaah dari Kota Bandung dan berbagai daerah menghadiri Kajian Rutin Balad'88 yang digelar di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dengan menghadirkan Ustadz Yukie, vokalis Pas Band, yang menyampaikan tausiyah tentang hijrah, syukur, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Acara diawali dengan dzikir yang dipimpin Ustadz Jafar dari Majelis Dzikir At-Taqwa. Suasana penuh kekhusyukan mengiringi jalannya kajian yang mengajak jamaah memperkuat keimanan dan memperbaiki kualitas ibadah.

Dalam ceramahnya, Ustadz Yukie menegaskan bahwa hijrah bukan sekadar perubahan penampilan, melainkan perubahan hati yang dilandasi cinta kepada Rasulullah SAW dan kesungguhan meneladani akhlak, adab, ibadah, serta perjuangan beliau.

"Hijrah itu cinta kepada Rasulullah SAW, lalu mencontoh beliau dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah dalam hati serta membiasakan diri mengagungkan Allah SWT melalui penglihatan, pendengaran, pikiran, dan lisan.

Menurutnya, segala nikmat dan rezeki yang diterima manusia berasal dari Allah SWT. Karena itu, rasa syukur harus terus ditanamkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Selain menyampaikan makna hijrah, Ustadz Yukie mengajak jamaah untuk memperbaiki shalat, berbakti kepada orang tua, meninggalkan maksiat, dan memperbanyak dzikir sebagai jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sementara itu, Kenny, salah satu pendiri Balad'88, berharap kajian rutin tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan terus menjadi bagian dari penguatan kehidupan religius di Kota Bandung.

"Kami berharap kajian Balad'88 terus memberikan manfaat dan menjadi sarana dakwah yang menyejukkan bagi masyarakat," ujarnya.

Kajian yang dihadiri ratusan jamaah itu menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang mengedepankan nilai-nilai persaudaraan, keteladanan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. (Irwan)