BEM UNWAHA Gelar Seminar Nasional Literasi Media Digital
JOMBANG | SPJNews.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) menggelar Seminar Nasional bertema “Membangun Generasi Cerdas Media dalam Era Penyiaran Digital” pada Sabtu (09/05/2026) di Auditorium UNWAHA Jombang. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Ubaidillah S.Sos., M.Pd., sebagai narasumber utama.
Seminar tersebut menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa dalam menghadapi derasnya arus informasi dan perkembangan media digital yang semakin cepat di era globalisasi. Generasi muda didorong untuk mampu menjadi agent of change yang cerdas, kritis, dan tetap menjunjung etika dalam bermedia sosial.
Dalam sambutannya, Kabiro UNWAHA, Septian Ragil Anandita S.Pd., M.Pd., mengingatkan pentingnya bijak menggunakan media sosial di tengah maraknya penyebaran informasi tanpa filter.
“Bijaklah dalam bermedia sosial. Jangan memberikan komentar negatif yang tidak perlu, dan pastikan untuk selalu menyaring serta memfilter konsumsi informasi kita,” tegasnya.
Sementara itu, Humas UNWAHA, Rohmat Hidayat S.S., M.Pd., mengajak peserta menerapkan prinsip 5T dalam menyikapi informasi digital. Prinsip tersebut meliputi tahu sumbernya, teliti isinya, timbang dampaknya, tunda jika ragu, dan tebarkan yang bermanfaat.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh hoaks maupun informasi provokatif yang beredar luas di media sosial.
Dalam pemaparannya, Ubaidillah juga menyinggung keteladanan KH Abdul Wahab Hasbullah atau Mbah Wahab sebagai tokoh perjuangan yang memiliki kemampuan komunikasi kuat dalam membangun jaringan dakwah dan organisasi.

“Komunikasi yang dibangun beliau seharusnya menjadi jiwa bagi kita. Nilai-nilai komunikasi beliau tetap relevan untuk diterapkan dalam dakwah dan penyebaran gagasan pesantren di era digital,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya etika komunikasi di era digital. Menurutnya, masih banyak platform digital yang menampilkan konten kurang bijak untuk dikonsumsi semua kalangan karena regulasinya belum seketat media konvensional seperti televisi dan radio.
Karena itu, mahasiswa didorong untuk aktif mengisi ruang digital dengan konten yang edukatif, menyejukkan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Gunakan media sosialmu untuk sesuatu yang bermanfaat. Jadikan itu mimbar dakwah dan edukasi. Jangan sampai kecerdasan akademik luntur hanya karena ikut membuat gaduh di media sosial,” tegasnya.
Melalui seminar nasional ini, BEM UNWAHA berharap generasi muda mampu meneruskan nilai perjuangan dan komunikasi yang diwariskan KH Abdul Wahab Hasbullah dengan pendekatan kreatif, bijak, dan tetap menjunjung tinggi etika komunikasi di era penyiaran digital. (Ratno)