Logo
Jawa Timur

Kasus Solar Ilegal Kian Gelap, Warga : Ada Dugaan Intervensi Oknum Berpengaruh

Kasus Solar Ilegal Kian Gelap, Warga : Ada Dugaan Intervensi Oknum Berpengaruh

Spjnews.id, | SUMENEP - Penanganan kasus dugaan penyelundupan solar ilegal yang melibatkan dua mobil pick up bermuatan puluhan jeriken solar bersubsidi di Jalan Arya Wiraraja, Kamis (6/11/2025) dini hari, terus menuai sorotan publik. Hingga lebih dari sepekan pasca penangkapan, tidak satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dan belum ada keterangan resmi dari Polres Sumenep. 

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Dugaan praktik penyelundupan solar bersubsidi di Sumenep disinyalir sudah berlangsung lama, melibatkan jaringan kuat, dan di lapangan beredar kabar adanya intervensi oknum berpengaruh untuk menghambat proses hukum. 

Di antara warga beredar informasi bahwa jaringan pelaku diduga mendapat “bekingan” dari oknum tertentu, termasuk dugaan adanya keterlibatan satu oknum aparat dan beberapa pihak luar institusi yang selama ini diduga bermain dalam bisnis BBM ilegal. 

Sejumlah tokoh masyarakat menyebut bahwa kasus ini tidak bisa dibiarkan kabur begitu saja. 

“Warga mendengar banyak kabar soal adanya upaya intervensi dan tekanan dari oknum tertentu. Jika benar, ini sangat berbahaya bagi penegakan hukum,” ujar seorang warga yang mengetahui dinamika lapangan namun meminta identitasnya dirahasiakan. 

Selain dugaan intervensi, masyarakat juga menyoroti keberadaan sejumlah pihak non-aparat yang diduga ikut terlibat dalam rantai distribusi solar bersubsidi ilegal ini. Mereka disebut kerap muncul di lokasi-lokasi tertentu dan diduga memiliki koneksi dengan pengepul solar di tingkat bawah. 

Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai dugaan keterlibatan jaringan luar tersebut. 

Penangkapan dua mobil pick up yang membawa puluhan jeriken solar bersubsidi pada dini hari itu sebelumnya sempat menjadi perhatian masyarakat. Namun karena penanganannya terkesan “sunyi”, berbagai spekulasi pun berkembang. 

Tokoh pemuda Pragaan menyayangkan lambatnya kejelasan penanganan kasus ini. 

“Jangan sampai kasus sebesar ini tiba-tiba hilang dari pembahasan. Publik perlu tahu proses hukumnya sampai di mana,” tegasnya. 

Para aktivis dan warga kini mendesak Polres Sumenep untuk membuka perkembangan penyidikan, termasuk mengungkap apakah ada pihak tertentu yang mencoba memainkan kasus ini dari belakang. 

Di tengah maraknya penyelundupan BBM bersubsidi di sejumlah wilayah Jawa Timur, masyarakat Sumenep berharap kepolisian bersikap transparan dan tidak memberi ruang bagi praktik intervensi, siapapun pelakunya. 

Kasus ini dinilai sangat penting karena terkait langsung dengan penyalahgunaan subsidi negara, merugikan masyarakat, serta berpotensi menimbulkan kejahatan terorganisasi. 

“Ini momentum bagi Polres untuk menunjukkan ketegasan. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan,” ungkap seorang aktivis lingkungan di Sumenep. 

Hingga berita ini dinaikkan, upaya konfirmasi kepada Polres Sumenep masih belum mendapatkan jawaban..(abdl)