Gerak Jalan Kreasi Ketandan: Merajut Sejarah, Merayakan Persatuan Hari Jadi Tulungagung ke-820 Tahun
“Untuk bapak-ibu guru, selamat Hari Guru Nasional. Semoga dunia pendidikan kita semakin maju untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.”
spjnews.id | TULUNGAGUNG - kembali menorehkan catatan indah dalam perjalanan sejarahnya. Pada Selasa pagi, 25 November 2025, Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar Gerak Jalan Kreasi Ketandan, sebuah agenda tahunan yang bukan sekadar olahraga, melainkan napak tilas perjalanan panjang Ngrowo menuju Tulungagung.

Kegiatan ini diikuti oleh 75 kelompok peserta, terdiri dari lembaga pendidikan, jajaran dinas, kecamatan, desa, hingga organisasi kemasyarakatan. Mereka berangkat dari Kecamatan Kauman dan berakhir di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, seakan meneguhkan kembali jejak sejarah boyongan pemerintahan dari Ngrowo ke Tulungagung.

Wakil Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, menegaskan bahwa gerak jalan ini adalah simbol cinta masyarakat terhadap tanah kelahirannya. “Kalau masyarakat sudah cinta dengan daerahnya, tentu mereka akan ikut menjaga dan memelihara agar Tulungagung semakin maju, aman, dan damai,” ujarnya penuh harap.
Lebih dari sekadar peringatan, acara ini menjadi ruang silaturahmi, wadah kreativitas, sekaligus sarana olahraga. Di tengah derasnya arus modernitas, Gerak Jalan Kreasi Ketandan hadir sebagai pengingat bahwa tradisi dan sejarah adalah fondasi yang tak boleh tergerus zaman.
Kepala Dispora Tulungagung, Achmad Mugiyono, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah media pembudayaan sekaligus pengenalan sejarah. “Seperti biasa, Ketandan ini digelar sebagai bagian dari rutinan boyongan dari Ngrowo ke Tulungagung,” tuturnya. Ia menekankan bahwa momentum ini bukan hanya rekreasi, tetapi juga pengikat identitas kolektif masyarakat Tulungagung.
.
Menariknya, peringatan Hari Jadi Tulungagung ke-820 ini bertepatan dengan Hari Guru Nasional. Mugiyono menyampaikan penghargaan kepada para pendidik: “Untuk bapak-ibu guru, selamat Hari Guru Nasional. Semoga dunia pendidikan kita semakin maju untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.”
Dengan semangat kebersamaan, Gerak Jalan Kreasi Ketandan bukan hanya perayaan usia Tulungagung, melainkan juga pernyataan bahwa sejarah adalah cahaya yang menuntun masa depan. Di dalamnya, masyarakat diajak untuk tidak sekadar berjalan, tetapi melangkah bersama — menjaga warisan, merawat persatuan, dan menatap masa depan dengan penuh harapan. ( Mualimin/ SPJ News.id )
