Logo
Jawa Timur

Bupati Absen dalam Penyerahan Alsintan: Petani, Poktan, Gapoktan Kecewa

Bupati Absen dalam Penyerahan Alsintan: Petani, Poktan, Gapoktan Kecewa

spjnews.id | Tulungagung — Di negeri yang katanya menjunjung tinggi martabat rakyat, ironis sekali bila janji simbolis justru berujung pada kekecewaan nyata. Pada 24 November 2025, para petani, Poktan, dan Gapoktan Tulungagung dikumpulkan di Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung. Undangan resmi menyebutkan: penyerahan bantuan benih padi dan alat pertanian oleh Bupati Tulungagung, pukul 06.30 WIB hingga selesai.  

Namun, yang ditunggu tak kunjung datang. Bupati absen.  

Yang hadir hanyalah wajah-wajah letih para petani, yang sejak fajar menunggu dengan penuh harap. Harapan itu berubah menjadi rasa getir, sebab simbol kepedulian yang seharusnya meneguhkan, justru runtuh oleh ketidakhadiran sang pemimpin.  

“Saya sudah menunggu lama, menyewa kendaraan, sopir pun ikut menunggu. Tapi acara tak kunjung dimulai,” ujar Sucipto (nama samaran), salah satu petani yang hadir dengan nada kecewa.  

Kan ada wakil Bupati, sekda, atau perwakilan ko acara seperti tidak terkonsep dengan baik", Ujarnya.

Kekecewaan ini bukan sekadar soal waktu yang terbuang. Ia adalah simbol dari jurang antara kata dan perbuatan. Ketika pemimpin tidak hadir, yang absen bukan hanya tubuhnya, melainkan juga makna kehadiran negara di tengah rakyat kecil.  

Analisis Tajam

- Absennya Bupati menjadi tanda betapa rapuhnya komitmen terhadap rakyat yang menggantungkan hidup pada tanah dan keringat.  

- Petani yang menunggu bukan sekadar menanti bantuan, melainkan menanti pengakuan atas jerih payah mereka.  

- Ketidakhadiran ini menegaskan paradoks: di atas kertas, negara hadir; di lapangan, rakyat dibiarkan sendiri.  

peristiwa ini adalah “ironi politik simbolik”: janji yang diagungkan, tetapi kosong dalam praktik. Rakyat kecil kembali menjadi penonton dari panggung kekuasaan yang tak pernah benar-benar menyapa mereka.  

Hingga berita ini di naikan Suyanto Kepala Dinas Pertanian belum bisa dikonfirmasi secara resmi. ( Mualimin )