Logo
Pendidikan

Apel Peringatan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional di Tulungagung: Guru Bermutu, Indonesia Maju  

Apel Peringatan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional di Tulungagung: Guru Bermutu, Indonesia Maju  

spjnews.id | TULUNGAGUNG -  Di halaman kantor Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tulungagung, udara pagi yang teduh menjadi saksi perhelatan agung: apel peringatan Hari Ulang Tahun PGRI ke-80 sekaligus Hari Guru Nasional. Dengan tema “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”, acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas peran guru sebagai pilar peradaban bangsa.  
(26 November 2025).

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Tulungagung beserta ibu, Wakil Bupati, jajaran Dinas Pendidikan, Ketua PGRI, serta ratusan guru yang dengan khidmat menyatukan langkah dalam semangat kebersamaan. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pendidikan adalah urusan seluruh bangsa, bukan sekadar profesi.  

Selain apel, suasana semakin hidup dengan bazar produk lokal: tekstil, kerajinan tangan, dan karya kreatif masyarakat. Bazar ini menjadi simbol bahwa guru tidak hanya mendidik, tetapi juga menggerakkan ekonomi dan budaya lokal.  

 

Dalam sambutannya, Ketua PGRI Tulungagung, Muhadi, menyampaikan amanat yang sarat harapan. Ia menitipkan pesan kepada Bupati agar nasib tenaga PTT segera mendapat kejelasan, serta pengisian jabatan kepala sekolah yang kosong di lebih dari 120 lembaga TK, SD, dan SMP dapat segera terealisasi. Muhadi menegaskan, kenaikan pangkat guru seharusnya tidak menunggu hingga 6–7 tahun, melainkan tepat waktu dalam 4 tahun, demi menjaga semangat dan martabat profesi.  

Pada kesempatan yang sama, Dra. Endang Gatut Sunu Wibowo dikukuhkan sebagai Ibunda Guru PGRI Kabupaten Tulungagung periode 2025–2030. Pengukuhan ini menjadi simbol kasih sayang, keteladanan, dan pengayoman bagi para pendidik.  

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam pidatonya menekankan pentingnya guru sebagai penjaga watak mulia dan etika profesi. “Di usia ke-80, PGRI menunjukkan kedewasaannya sebagai organisasi yang maju. PGRI betul-betul fokus pada pembangunan watak mulia dan menjaga etika profesi sesuai harapan publik. Tema Hari Guru Nasional 2025, ‘Guru Hebat Indonesia Kuat’, mengingatkan kita bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas gurunya,” ujarnya penuh keyakinan.  


Acara ini bukan sekadar peringatan, melainkan pernyataan moral: bahwa guru adalah cahaya bangsa. “penyambung akal budi dan nurani bangsa”. Maka, peringatan HUT PGRI ke-80 di Tulungagung menjadi tonggak untuk meneguhkan kembali keyakinan: Indonesia emas hanya akan lahir dari guru yang bermutu, beretika, dan berjiwa besar.  ( Mualimin/ SPJ News.id )